1. Keadaan Geografis
Kabupaten Purwakarta merupakan bagian dari Wilayah Propinsi Jawa Barat yang terletak di antara 107°30’–107°40’ Bujur Timur dan 6°25’–6°45’ Lintang Selatan. Secara administratif, Kabupaten Purwakarta mempunyai batas wilayah sebagai berikut :
a. Bagian Barat dan sebagian wilayah Utara berbatasan dengan Kabupaten Karawang.
b. Bagian Utara dan sebagian wilayah bagian Timur berbatasan dengan Kabupaten Subang.
c. Bagian Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bandung.
d. Bagian Barat Daya berbatasan dengan Kabupaten Cianjur.
Luas Wilayah Kabupaten Purwakarta tercatat 971,72 km2 atau sekitar 2,81 persen dari luas Wilayah Propinsi Jawa Barat. Sejak Januari 2001 Kabupaten Purwakarta mempunyai 17 Kecamatan dengan 192 desa/kelurahan. Jarak antar Kecamatan bervariasi, dimana jarak terdekat sepanjang 4 km terdapat antara Kecamatan Sukatani dengan Kecamatan Plered. Sementara jarak terjauh adalah 60 km yang terdapat antara Kecamatan Bojong dengan Kecamatan Sukasari.
Ditinjau dari aspek geografis, letak Kabupaten Purwakarta dapat dibagi atas beberapa wilayah, yaitu Bagian Utara, Barat, Selatan dan Timur. Wilayah Bagian Utara mencakup Kecamatan Campaka, Bungursari, Cibatu, Purwakarta, Babakancikao, Pasawahan, Pondoksalam, Wanayasa dan Kiarapedes dimana sebagian besar wilayahnya terletak pada ketinggian antara 25 – 500 m di atas permukaan laut (dpl). Wilayah Barat meliputi Kecamatan Jatiluhur dan Sukasari dimana bagian yang merupakan permukaan air Danau Ir. H. Juanda mempunyai ketinggian 107 m dpl, sedangkan tanah daratan di sekitarnya berada pada ketinggian sekitar 400 m dpl. Kabupaten Purwakarta Bagian Selatan dan Timur, wilayahnya meliputi Kecamatan Plered, Maniis, Tegalwaru, Sukatani, Darangdan dan Kecamatan Bojong, dengan ketinggian lebih dari 200 m dpl.
JANGAN DUDUK TERLALU LAMA
Para ahli mengklaim bahwa duduk terlalu lama dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, bahkan bagi orang-orang yang rutin berolahraga sekalipun. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sikap bermalas-malasan dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit diabetes dan jantung, terlepas dari seberapa sering seseorang aktif berolahraga.
Salah satu studi di Stockholm, menemukan bahwa kesempatan berkembangnya sindrom metabolik, yaitu suatu kondisi yang dapat mengakibatkan diabetes, naik sebesar 26 persen untuk setiap jam yang dihabiskan perempuan dengan duduk sambil menonton televisi. Kenaikan risiko ini bahkan tidak mempertimbangkan berapa banyak olahraga yang telah dilakukan.
Meskipun para peneliti belum sepenuhnya memahami mengapa menghabiskan waktu dengan duduk berlama-lama dapat meningkatkan peluang berkembangnya masalah kesehatan. Namun mereka memperingatkan reaksi kimia dalam tubuh yang dipicu oleh sikap bermalas-malasan yang terlalu lama, tidak dapat dicegah hanya dengan melakukan olahraga lebih banyak.
Para Dokter dari Karolinska Institute dan Swedish School of Sport and Health Sciences di Stockholm, mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk meminimalkan efek tersebut adalah dengan mengurangi jumlah waktu untuk bermalas-malasan, tanpa mengerjakan aktivitas apapun. Mereka menyarankan beberapa perubahan sederhana yang bisa Anda lakukan setiap harinya, misalnya memilih naik tangga atau berjalan mengelilingi kantor beberapa menit selama hari kerja.
"Naik tangga daripada harus menggunakan lift dan eskalator, istirahat lima menit selama bekerja, atau berjalan kaki ke toko daripada mengendarai mobil akan menjadi sama pentingnya dengan berolahraga."
Hasil studi yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine ini, juga menyatakan: "Di masa depan, fokus praktek dan pedoman klinis sebaiknya tidak hanya mempromosikan dan membatasi pada olahraga, tetapi juga harus mendorong orang-orang untuk mempertahankan tingkat aktivitas mereka sehari-hari [yang melibatkan gerakan]. "
Sumber:http://www.conectique.com
Salah satu studi di Stockholm, menemukan bahwa kesempatan berkembangnya sindrom metabolik, yaitu suatu kondisi yang dapat mengakibatkan diabetes, naik sebesar 26 persen untuk setiap jam yang dihabiskan perempuan dengan duduk sambil menonton televisi. Kenaikan risiko ini bahkan tidak mempertimbangkan berapa banyak olahraga yang telah dilakukan.
Meskipun para peneliti belum sepenuhnya memahami mengapa menghabiskan waktu dengan duduk berlama-lama dapat meningkatkan peluang berkembangnya masalah kesehatan. Namun mereka memperingatkan reaksi kimia dalam tubuh yang dipicu oleh sikap bermalas-malasan yang terlalu lama, tidak dapat dicegah hanya dengan melakukan olahraga lebih banyak.
Para Dokter dari Karolinska Institute dan Swedish School of Sport and Health Sciences di Stockholm, mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk meminimalkan efek tersebut adalah dengan mengurangi jumlah waktu untuk bermalas-malasan, tanpa mengerjakan aktivitas apapun. Mereka menyarankan beberapa perubahan sederhana yang bisa Anda lakukan setiap harinya, misalnya memilih naik tangga atau berjalan mengelilingi kantor beberapa menit selama hari kerja.
"Naik tangga daripada harus menggunakan lift dan eskalator, istirahat lima menit selama bekerja, atau berjalan kaki ke toko daripada mengendarai mobil akan menjadi sama pentingnya dengan berolahraga."
Hasil studi yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine ini, juga menyatakan: "Di masa depan, fokus praktek dan pedoman klinis sebaiknya tidak hanya mempromosikan dan membatasi pada olahraga, tetapi juga harus mendorong orang-orang untuk mempertahankan tingkat aktivitas mereka sehari-hari [yang melibatkan gerakan]. "
Sumber:http://www.conectique.com
Langganan:
Postingan (Atom)